Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Strategi Deep Learning dalam Pembelajaran Tematik bagi Guru-Guru SD Negeri dan Swasta di Wilayah Tangerang Selatan

Authors

  • Okta Rosfiani Universitas Muhamamdiyah Jakarta
  • Cecep Maman Hermawan Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Tanti Sri Kuswiyanti LIA
  • Devanita Novia Ardana Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.5281/jupetra.v5i6.2370

Keywords:

Deep Learning; pembelajaran tematik; HOTS; guru SD; pendampingan

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut guru SD mampu merancang pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) melalui strategi Deep Learning. Namun pembelajaran tematik di SD wilayah Tangerang Selatan masih cenderung berpusat pada guru, terfragmentasi, dan terfokus pada hafalan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan praktis guru SD negeri dan swasta di Tangerang Selatan dalam menerapkan strategi Deep Learning pada pembelajaran tematik, membentuk komunitas praktisi, dan menghasilkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode yang digunakan adalah Model Aksi Partisipatif dengan siklus perencanaan–aksi–observasi–refleksi, dipadukan dengan pendekatan training of trainers (ToT). Kegiatan dilaksanakan dalam tahap empat: pemetaan kebutuhan, intensifikasi pelatihan, pendampingan implementasi melalui coaching dan co-teaching, serta penguatan komunitas praktisi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep guru tentang Deep Learning dan HOTS, perbaikan kualitas perangkat pembelajaran tematik yang dihasilkan, serta pergeseran peran guru dari penyampai materi menjadi fasilitator. Meskipun demikian, perubahan praktikum belum merata karena kendala waktu, beban administrasi, dan variasi kemampuan siswa. Terbentuknya komunitas praktisi berbasis sekolah menjadi faktor penting bagi program keinginan. Kegiatan ini mendukung SDG 4, IKU Perguruan Tinggi, Asta Cita UMJ, dan bidang fokus RIRN. Rekomendasi bagi program serupa adalah memperkuat pendampingan berkelanjutan, menyediakan instrumen asesmen HOTS yang aplikatif, dan melibatkan kepala sekolah sejak tahap perencanaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BRIN. (2020). Ragam Riset dan Inovasi Nasional (RIRN) 2020-2024. Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning. Pearson. https://www.michaelfullan.ca/wp-content/uploads/2016/06/389_RichSeamBookFinal.pdf

Fullan, M., & Quinn, J. (2016). Coherence: The right drivers in action for schools, districts, and systems. Corwin.

Goldhammer, R. (1969). Clinical supervision: Special methods for the supervision of teachers. Holt, Rinehart and Winston.

Hattie, J. (2012). Visible learning for teachers: Maximizing impact on learning. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203181522

Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21: Kunci sukses implementasi Kurikulum 2013. Ghalia Indonesia.

Kemdikbudristek. (2021). Buku panduan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University Press.

Kirkpatrick, D. L. (1994). Evaluating training programs: The four levels. Berrett-Koehler.

Knowles, M. S. (1984). Andragogy in action: Applying modern principles of adult learning. Jossey-Bass.

Kusumaningrum, D. E., Sumarsono, R. B., & Gunawan, I. (2019). Professional ethics and teacher teaching performance. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 5(4), 611–624. https://www.ijicc.net/images/vol5iss4/54119_Kusumaningrum_2019_E_R.pdf

Lewis, C. (2002). Lesson study: A handbook of teacher-led instructional change. Research for Better Schools.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x

Sutama, I. W., Suhardita, K., & Astuti, W. (2021). Kompetensi pedagogik guru sekolah dasar dalam pembelajaran tematik. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 5(1), 10–18. https://doi.org/10.23887/jisd.v5i1.32038

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. https://sdgs.un.org/2030agenda

Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.

Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by design (2nd ed.). ASCD.

Wuwur, E. S. P. O., Saputro, U. G., Puspita, L., Kusumaningrum, S. R., & Dewi, R. S. I. (2022). Analisis kesulitan guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran tematik berdasarkan Kurikulum 2013. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(11), 4672–4676. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i11.1095

Zulkarnain, N. M., & Hasim, W. (2026). Teacher obstacles in implementing Deep Learning for science and social studies in Indonesian elementary schools: A case study. Journal of Innovation and Research in Primary Education. https://doi.org/10.56916/jirpe.v7i1.4066

Downloads

Published

03-10-2026

How to Cite

Okta Rosfiani, Cecep Maman Hermawan, Tanti Sri Kuswiyanti, & Devanita Novia Ardana. (2026). Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Strategi Deep Learning dalam Pembelajaran Tematik bagi Guru-Guru SD Negeri dan Swasta di Wilayah Tangerang Selatan. Jurnal Pendidikan Transformatif (jupetra), 5(6), 29–41. https://doi.org/10.5281/jupetra.v5i6.2370

Most read articles by the same author(s)