Objek Wisata Batu Runciang Nagari Silungkang Oso, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat

Authors

  • Dipprayuda Putra Anwar Universitas Negeri Padang
  • Jihan Hafizhah Rahmah Universitas Negeri Padang
  • Nadia Sapitri Universitas Negeri Padang
  • Naziroh Universitas Negeri Padang
  • Yuke Permata Lisna Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.9000/jupetra.v4i2.2191

Keywords:

Batu Runciang, Geowisata, Budaya Lokal, Pengembangan Pariwisata, Sawahlunto

Abstract

Batu Runciang yang terletak di Nagari Silungkang Oso, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, merupakan objek wisata geologi berbentuk formasi batuan karst unik berusia ±299 juta tahun. Selain kekayaan geologi, kawasan ini juga menyimpan potensi budaya berupa tenun songket Silungkang dan pertunjukan musik tradisional Talempong Batuang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi untuk mengkaji potensi, tantangan, serta strategi pengembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Runciang memiliki daya tarik wisata yang tinggi namun terkendala oleh infrastruktur jalan yang buruk, fasilitas umum yang minim, promosi yang kurang optimal, rendahnya partisipasi masyarakat lokal, serta ancaman terhadap keberlanjutan budaya lokal. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan peningkatan infrastruktur, promosi wisata yang lebih masif, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta upaya pelestarian budaya lokal melalui regenerasi generasi muda. Dengan pengelolaan berbasis geowisata berkelanjutan, Batu Runciang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, R. (2020). Potensi Geowisata di Kawasan Sumatera Barat. Padang: Andalas Press.

Basri, F. (2021). Strategi Pengembangan Wisata Alam Berkelanjutan. Jakarta: Gramedia.

Damayanti, L. (2019). Pelestarian Budaya Lokal dalam Industri Pariwisata. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Haris, Y. (2023). Geopark Sawahlunto: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 5(2), 56-67.

Irawan, T. (2022). Peran Masyarakat Lokal dalam Pariwisata Berbasis Komunitas. Bandung: Refika Aditama.

Lisna, Y.P. (2023). Pengelolaan Wisata Berbasis Budaya di Sumatera Barat. Seminar Nasional Kepariwisataan Indonesia.

Mulyadi, A. (2020). Karakteristik Geologi Batu Gamping di Indonesia. Bandung: ITB Press.

Nursyam, M. (2021). Pemasaran Digital untuk Destinasi Wisata Lokal. Jakarta: Salemba Empat.

Rachman, A. (2022). Pengembangan Infrastruktur Wisata di Daerah Tertinggal. Jurnal Pembangunan Daerah, 4(1), 12-23.

Sari, M. (2020). Festival Budaya dan Dampaknya terhadap Pariwisata Lokal. Padang: Pustaka Sumatera Barat.

Downloads

Published

31-03-2025

How to Cite

Dipprayuda Putra Anwar, Jihan Hafizhah Rahmah, Nadia Sapitri, Naziroh, & Yuke Permata Lisna. (2025). Objek Wisata Batu Runciang Nagari Silungkang Oso, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Transformatif, 4(2), 227–239. https://doi.org/10.9000/jupetra.v4i2.2191

Issue

Section

Articles