Objek Wisata Batu Runciang Nagari Silungkang Oso, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.9000/jupetra.v4i2.2191Keywords:
Batu Runciang, Geowisata, Budaya Lokal, Pengembangan Pariwisata, SawahluntoAbstract
Batu Runciang yang terletak di Nagari Silungkang Oso, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, merupakan objek wisata geologi berbentuk formasi batuan karst unik berusia ±299 juta tahun. Selain kekayaan geologi, kawasan ini juga menyimpan potensi budaya berupa tenun songket Silungkang dan pertunjukan musik tradisional Talempong Batuang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi untuk mengkaji potensi, tantangan, serta strategi pengembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Runciang memiliki daya tarik wisata yang tinggi namun terkendala oleh infrastruktur jalan yang buruk, fasilitas umum yang minim, promosi yang kurang optimal, rendahnya partisipasi masyarakat lokal, serta ancaman terhadap keberlanjutan budaya lokal. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan peningkatan infrastruktur, promosi wisata yang lebih masif, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta upaya pelestarian budaya lokal melalui regenerasi generasi muda. Dengan pengelolaan berbasis geowisata berkelanjutan, Batu Runciang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.
Downloads
References
Akbar, R. (2020). Potensi Geowisata di Kawasan Sumatera Barat. Padang: Andalas Press.
Basri, F. (2021). Strategi Pengembangan Wisata Alam Berkelanjutan. Jakarta: Gramedia.
Damayanti, L. (2019). Pelestarian Budaya Lokal dalam Industri Pariwisata. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Haris, Y. (2023). Geopark Sawahlunto: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 5(2), 56-67.
Irawan, T. (2022). Peran Masyarakat Lokal dalam Pariwisata Berbasis Komunitas. Bandung: Refika Aditama.
Lisna, Y.P. (2023). Pengelolaan Wisata Berbasis Budaya di Sumatera Barat. Seminar Nasional Kepariwisataan Indonesia.
Mulyadi, A. (2020). Karakteristik Geologi Batu Gamping di Indonesia. Bandung: ITB Press.
Nursyam, M. (2021). Pemasaran Digital untuk Destinasi Wisata Lokal. Jakarta: Salemba Empat.
Rachman, A. (2022). Pengembangan Infrastruktur Wisata di Daerah Tertinggal. Jurnal Pembangunan Daerah, 4(1), 12-23.
Sari, M. (2020). Festival Budaya dan Dampaknya terhadap Pariwisata Lokal. Padang: Pustaka Sumatera Barat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dipprayuda Putra Anwar, Jihan Hafizhah Rahmah, Nadia Sapitri; Naziroh; Yuke Permata Lisna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jupetra- Jurnal Pendidikan Transformatif (e-ISSN: 2963-3176) adalah Jurnal open-access, yang berarti bahwa pengunjung di seluruh dunia dapat membaca, mengunduh, mengutip, dan mendistribusikan makalah yang diterbitkan dalam jurnal ini. Kami mengadopsi model peer-review, yang menjamin penerbitan cepat dan pengiriman yang mudah. Kami sekarang dengan hormat mengundang Anda untuk berkontribusi atau merekomendasikan makalah berkualitas kepada kami. Tesis, disertasi, makalah penelitian, dan ulasan semuanya dapat diterima untuk dipublikasikan.

















